8 Ciri Anak Dengan Gaya Belajar Kinestetik

Tipe belajar setiap anak, berbeda-beda. Mereka menyukai gayanya masing-masing untuk menangkap informasi yang diberikan. Yang paling umum, ada 3 tipe gaya belajar yang dominan dimiliki oleh seorang anak. Tipe belajar yang dimaksud yaitu gaya belajar kinestetik, auditori dan visual.

Jika anak-anak ditanyakan mengenai hobinya, kayaknya jarang sekali yang menjawab hobi mereka adalah belajar. Barangkali yang terpikirkan oleh mereka, belajar itu, haruslah dalam keadaan duduk, tenang, pandangan lurus memperhatikan dan suasana pun harus hening. Kok, kayaknya jauh dari keadaan yang menyenangkan ya … ? ^~^

Untuk mengetahui apa sebenarnya gaya belajar yang dimiliki oleh anak-anak kita, diperlukan pengamatan yang memakan waktu tidak sebentar dan dilakukan oleh keluarga terdekat, terutama oleh orang tua. 

 

Ciri Anak Dengan Gaya Belajar Kinestetik :

Untuk mengetahui lebih rinci mengenai gaya belajar kinestetik ini, ada ciri-ciri yang dominan dilakukan oleh anak. Apa saja ciri yang menggambarkan anak dengan tipe gaya belajar kinestetik? Berikut ini ciri-cirinya :

1. Anak lebih menyenangi kegiatan yang berhubungan dengan kesenian, olahraga atau aktif dalam kehidupan sosialnya.

Untuk ciri yang satu ini, biasanya anak hobi berolahraga, atau main sepeda di sekitar rumah, atau senang bermain sepak bola.

2. Anak dengan gaya belajar kinestetik, juga menyenangi segala sesuatu yang sering menggunakan tangannya secara aktif. Dia pun senang mencari perhatian melalui perhatian fisik seperti menyentuh orang lain. Misal bongkar pasang seperti lego dan sejenisnya.

3. Jika memiliki mainan baru, anak langsung ingin mencobanya.

Apabila membeli mainan, anak ingin segera memainkannya. Jangankan sampai di rumah, baru keluar dari toko mainan saja, anak sudah ingin mencobanya.

4. Saat mengekspresikan dirinya atau mengungkapkan emosinya, anak dengan gaya belajar ini kerap menggunakan gerakan tubuh. Anak pun gemar menyentuh apa yang dilihatnya. 

Untuk soal mengungkapkan emosinya, anak biasanya menggunakan tangan atau kakinya. Misalnya saja, ketika dia kesal karena selalu diganggu oleh kakaknya, emosinya diungkapkan dengan menghentakan kakinya berulang kali ke lantai. Dan bila emosinya sudah memuncak, dia akan menangis sambil menendang-nendang.

5. Ketika melakukan komunikasi, sering menggunakan kata-kata yang mengandung aksi dan gemar memakai objek nyata untuk menerangkan sesuatu. Dan di saat membaca sesuatu, dia kerap menggunakan jarinya untuk menunjuk kata dan kalimat yang sedang dibacanya.

6. Tidak mau diam ketika mendengarkan penjelasan dari guru atau dari orang tuanya.

Teman-teman, pernah mengalami ketika kita sedang mendampingi anak belajar, tapi kaki atau tangannya tidak pernah diam? Bila membaca buku, tidak mau diam. Jika bukan kakinya yang bergerak-gerak, maka badannya akan bergoyang ke sana ke mari.

7. Bila menghapal atau belajar mengenai sesuatu, biasanya dilakukan sambil berjalan atau ingin melihat objeknya secara langsung.

Mirip dengan ciri yang keenam, ya.. anak tipe gaya belajar kinestetik ini memang tidak bisa diam. Selalu saja ingin bergerak.

8. Ciri yang terakhir yaitu anak menyenangi buku dan film petualangan. Koordinasi mata dan tangan anak dengan tipe ini cukup baik. Mereka mampu melakukan gerakan yang memiliki ritme cepat.

Nah, berdasarkan ciri-ciri anak tipe gaya belajar kinestetik tersebut, sebaiknya kita sebagai orang tua mengerti jika anak akan lebih mudah menerima, mengolah informasi melalui serangkaian aktivitas yang menggerakkan sebagian atau seluruh anggota tubuhnya.

Disarikan dari :

https://www.nurulfitri.com/2016/04/8-ciri-anak-dengan-gaya-belajar-kinestetik.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.